SETELAH JENDELA KAMAR KUBUKA

selalu mengingatkanku pada keberangkatan
dalam remang fajar yang penuh pengharapan
seberapa luaskah langkahku pagi ini di pelataran
tempat bermain menyulam angan-angan
aku yang sudah kerap kali disembelih keadaan
aku yang sudah tahan di segala bantingan
aku yang remuk redam dalam hajaran hujan
maka seringkali kubiarkan lewat terkaman
sinar matahari yang rawan
makin kukenal betul sisi-sisi kehidupan
dalam bahasa alam yang penyap dalam rejaman
kepalan tangan kita sendiri
untuk mewujudkan mimpi-mimpi
setelah jendela kamar kubuka
sering aku tidak melakukan apa-apa
sampai senja
hingga malam tiba



Amir Yahyapati
Kudus '93



0 Response to "SETELAH JENDELA KAMAR KUBUKA"

Posting Komentar

To Top Page Up Page Down To Bottom Auto Scroll Stop Scroll