RIN

ini sudah malam, Rin
mestinya kamu tak di pinggir jalan
memandangi langit kosong harapan
(pasti suamimu mabuk lagi, marah
karena kamu ogah menuruti kebusukannya)
malam beranjak malam, Rin
masih juga kamu terpekur bingung
lampu-lampu telah kehilangan gairah
mobil motor terus kehilangan kendali
(anakmu mejeritjerit memanggili
rindu akan dekapan seperti berabad sudah)
perkawinan bukan rencana
kenyataan sering menyakitkan
hari menjelang pagi, Rin
untunglah kamu tertidur di teras rumahmu
sementara gemeretak roda kehidupan berjalan
yang terjadi harus dituntaskan



Ayid Suyitno PS



0 Response to "RIN"

Posting Komentar

To Top Page Up Page Down To Bottom Auto Scroll Stop Scroll