MUNAJAT

Syahadat dan sholatku
Beduk yang bertalu-talu
Puasaku jadwal makan dan tidur yang baru
Zakat dan hajiku kupon undian
Berjuta harapan
(Termasuk Muslimkah aku, Tuhan?)
Imanku Quran mahal yang kujaga rapi
Dalam almari kaca terkunci
Agar tetap tampak
Tanpa mengganggu gerak
(Termasuk Mukminkah aku, Tuhan?)
Aku memamerkan kekayaan dan berkelahi dengan saudaraku
Menginjak yang kemah dan menjilat yang kuat
Demi harkat dan martabat
Aku berbuat apa saja dan menghalalkan apa saja
Demi kemerdekaan dan kemajuan
(Termasuk muttaqinkah aku, Tuhan?)
Aku biarkan alam dan lingkungan diperkosa
Kebodohan dan kemungkaran merajajela
Demi modernisasi dan ilmu pengetahuan
Aku biarkan istriku melacur
Ibuku direndahkan dan anakku berkeliaran
Demi kehidupan dan tuntutan zaman
(Termasuk khairu-ummatinkah aku, Tuhan?)
(Tuhan, aku takut membayangkan
Saat ahli surga berbondong-bondong ke surga
Dan firman itu menyibak suasana:
"Wamtaazul yauma ayuhal mujrimuun!"
"Menyingkirkah kamu sekarang hai para bajingan!"
Tuhan, termasuk bajingankah aku?)



A. Musthofa Bisri




1 Response to "MUNAJAT"

  1. puisinya ngena' banget, keren dech!!

    BalasHapus

To Top Page Up Page Down To Bottom Auto Scroll Stop Scroll